Mengelola Subdomain, Addon Domain dan Alias di cPanel

Mengelola Subdomain, Addon Domain dan Alias di cPanel

Written by

in

Satu akun hosting bisa melayani lebih dari satu alamat. cPanel menyediakan tiga cara: subdomain, addon domain, dan alias. Fungsinya berbeda, jadi penting memilih yang tepat.

Ringkasan poin penting: Mengelola Subdomain, Addon Domain dan Alias di cPanel
Ringkasan poin penting artikel ini

Subdomain

Subdomain adalah bagian dari domain utama, misalnya blog.domainanda.com atau ppdb.sekolahku.sch.id. Setiap subdomain punya folder sendiri dan bisa berisi website yang berbeda.

Cocok untuk: blog terpisah, sistem PPDB, e-learning, toko online, atau website staging (staging.domainanda.com).

Ilustrasi letak menu di panel hosting (cPanel): Mengelola Subdomain, Addon Domain dan Alias di cPanel
Ilustrasi letak menu di panel hosting (cPanel)

Addon domain

Addon domain adalah domain lain yang berdiri sendiri, misalnya merekkedua.com, tetapi dihosting di akun yang sama. Pengunjung tidak melihat hubungannya dengan domain utama.

Cocok untuk: mengelola beberapa website dalam satu paket hosting. Pastikan paket Anda mengizinkan jumlah addon domain yang dibutuhkan.

Alias (parked domain)

Alias membuat domain lain menampilkan website yang sama persis dengan domain utama. Misalnya tokosaya.id menampilkan isi tokosaya.com.

Cocok untuk: variasi ekstensi atau salah ketik nama. Namun untuk SEO, lebih baik variasi tersebut di-redirect ke domain utama agar tidak dianggap konten ganda.

Cara membuatnya di cPanel

  1. Buka menu Domains.
  2. Klik Create A New Domain.
  3. Ketik nama domain atau subdomain.
  4. Untuk website terpisah, biarkan opsi berbagi folder dengan domain utama tidak dicentang, lalu tentukan folder (document root).
  5. Klik Submit.

Untuk addon domain, pastikan domain tersebut sudah diarahkan ke server hosting (nameserver atau record A).

Tips penting

  • Folder terpisah dan rapi. Letakkan setiap website di folder sendiri, bukan bertumpuk di dalam folder website lain.
  • Database terpisah. Satu website, satu database dan satu user database.
  • SSL untuk semua. SSL gratis akan diterbitkan otomatis untuk setiap domain dan subdomain yang sudah mengarah ke server.
  • Hati-hati dengan .htaccess. Subdomain yang foldernya berada di dalam public_html ikut mewarisi aturan .htaccess dari folder induk. Jika website utama memakai WordPress, aturan rewrite-nya bisa memengaruhi subdomain.
  • Perhatikan kapasitas. Semua website berbagi disk dan sumber daya akun yang sama.

Kapan sebaiknya akun terpisah?

Jika website dikelola oleh pihak berbeda, atau salah satunya sangat ramai, lebih aman memakai akun hosting terpisah. Masalah keamanan atau beban di satu website tidak akan memengaruhi yang lain. Lihat paket hosting yang mendukung beberapa addon domain.

Foto sampul: gregroose / Pixabay

n