Strategi Backup Website 3-2-1 agar Data Tidak Pernah Hilang

Strategi Backup Website 3-2-1 agar Data Tidak Pernah Hilang

Written by

in

Hard disk rusak, file terhapus, plugin bermasalah, atau website diretas. Semua bisa terjadi. Satu-satunya hal yang membedakan "panik semalaman" dan "pulih dalam 10 menit" adalah backup yang baik.

Ringkasan poin penting: Strategi Backup Website 3-2-1 agar Data Tidak Pernah Hilang
Ringkasan poin penting artikel ini

Aturan 3-2-1

  • 3 salinan data: data asli ditambah dua salinan backup.
  • 2 media yang berbeda: misalnya server hosting dan penyimpanan cloud.
  • 1 salinan di lokasi lain (offsite), jauh dari server utama.
Ilustrasi letak menu di panel hosting (cPanel): Strategi Backup Website 3-2-1 agar Data Tidak Pernah Hilang
Ilustrasi letak menu di panel hosting (cPanel)

Apa saja yang harus dibackup?

  1. File website: kode, tema, plugin, gambar unggahan.
  2. Database: artikel, produk, pesanan, pengguna.
  3. Email jika disimpan di hosting.
  4. Konfigurasi: DNS, cron job, pengaturan PHP. Catat di dokumen terpisah.

Backup dari cPanel

Buka menu Backup di cPanel:

  • Download a Home Directory Backup: semua file di akun.
  • Download a MySQL Database Backup: setiap database terpisah.
  • Email forwarders dan filters juga bisa diunduh.

Simpan file tersebut di komputer dan penyimpanan cloud.

Backup otomatis dengan plugin

Untuk WordPress, plugin backup bisa menjadwalkan backup harian atau mingguan langsung ke Google Drive, Dropbox atau penyimpanan S3. Ini memenuhi syarat salinan "offsite".

Seberapa sering?

  • Website yang jarang berubah (profil): mingguan.
  • Blog aktif: harian.
  • Toko online: harian, ditambah backup database lebih sering jika transaksi ramai.

Simpan beberapa generasi, misalnya 7 harian dan 4 mingguan, sehingga Anda bisa kembali ke kondisi sebelum masalah terjadi. Malware sering baru disadari beberapa hari kemudian.

Uji pemulihan

Backup yang tidak pernah diuji belum tentu bisa dipulihkan. Setiap beberapa bulan, coba pulihkan backup ke subdomain uji coba. Pastikan website tampil normal dan database lengkap.

Kesalahan yang harus dihindari

  • Hanya mengandalkan backup dari penyedia hosting.
  • Menyimpan backup di folder public_html yang bisa diunduh siapa saja.
  • Tidak mengenkripsi backup yang berisi data pelanggan.
  • Lupa memperbarui jadwal setelah website pindah hosting.

Kesimpulan

Hosting HostingRiau menjalankan backup rutin di sisi server, tetapi Anda tetap disarankan menyimpan salinan sendiri sesuai aturan 3-2-1. Dengan begitu, data Anda aman apa pun yang terjadi.

Foto sampul: tonywuphotography / Pixabay

n